Love Warrior — Trip 3

Published June 2, 2012 by GaemShal♥ (shalsasya)

Author: Shalsasya

Main Cast(s):

  • Oh Sehun
  • Byun Baekhyun
  • Selina Shin

Support Cast(s):

  • Madam Ty
  • SJ Donghae as Aiden Lee
  • All EXO’s Member

Guest Cast:

  • After School Na Na as Nana

Genre: AU, fantasy, supernatural, and romance.

Rate: Teen

Length: Chaptered

Disclaimer: The story and plot are mine. Selina Shin and Cassie Kim are fictional characters, just belong to me. All cast except OCs aren’t mine. Credit poster goes to: Vira ^^

Previous Trip: {Teaser + cast introduce!} [TRIP – 1] [TRIP – 2]

Back song: Exo – Angel | SHINee – The Reason | Kim Myungsoo (L) ft. Kim Ye Rim – Love U Like U | Infinite – With… | TaeTiSeo – Baby Steps

 

Selina balas menatap Sehun, lidah nya terasa kelu untuk melontarkan pertanyaan yang hendak ia tanyakan. Mereka berdua terus bertatapan sampai terdengar suara deheman yang menginterupsi mereka.

.

.

.

[TRIP—3; DO YOU LOVE HIM?]

Selina dan Sehun langsung mengalihkan pandangannya kepada sumber suara, Selina menghela napas lega ketika melihat Aiden yang sedang membawa keranjang pakaian kotor di belakangnya.

“A—iden?”

Aiden memberikan cengiran khasnya, “apa yang terjadi dengan Selina?” tanyanya khawatir lantas mendkati mereka berdua dan langsung mendekatkan telapak tangannya ke dahi Selina untuk mengecek suhu badan gadis tersebut, agak hangat.

Sehun tersenyum canggung, “Madam Ty mencambuknya saat ia hendak mengajar di kelasku, jadi .. Aku menolongnya, Madam Ty mencambuknya cukup keras sehingga Selina sulit berjalan sendiri.” jawabnya sambil menatap Aiden, takut takut lelaki di depannya ini marah karena ia menyentuh adik kesayangannya.

“Oh Selina? Apa sakit sekali?” Aiden mengelus lengan Selina berulang kali membuat Selina tertawa kecil, “aku tidak apa apa, biasa kok,” dustanya sekedar menenangkan Aiden agar sifat over-protektif milik lelaki itu tidak keluar.

Aiden mengangguk, ia merogoh sakunya, mengambil sesuatu dari sana. Ia mengeluarkan sebuah salep lalu memberikannya kepada Sehun, “obati lengan Selina,” suruhnya yang dijawab oleh anggukan mengerti Sehun. Sedangkan Selina membulatkan matanya, “kau berlebihan, aku bisa sendiri kok.” katanya, lagipula bagaimana bisa Aiden dengan seenaknya menyuruh Sehun—yang bahkan tidak dikenalinya sama sekali—bagaimana Selina mengatur detak jantungnya nanti saat Sehun mengobatinya?

“Haish, Nona Shin berhenti menolak pertolongan orang lain.” ucap Aiden tegas lalu kembali menatap Sehun, “urusi dia sebentar ya, terimakasih!” itulah kata kata terakhir Aiden sebelum ia menyeret keranjang pakaian kotor yang dibawanya lalu berjalan menuruni tangga.

Setelah sampai di kamar Selina, Sehun menutup kamar kecil itu lalu membaringkan Selina di matras tipis, satu satunya benda yang layak dijadikan tempat tidur yang ad di kamar itu. Sementara Selina mencoba membuka sepatunya, Sehun mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, kecil, tidak dipenuhi barang barang, tetapi rapih. “Kau tinggal di kamar sesempit ini?” tanya Sehun hampir tidak percaya, Selina seharusnya mendapatkan yang lebih layak.

Sehun tersenyum kecut, ia mengucapkan sumpah serapah dalam hati, mengutuk siapapun yang menyediakan kamar sekecil ini untuk seorang Selina Shin. Lalu ia teringar sesuatu, perkataan Aiden tadi. Sehun menghampiri Selina dan duduk di tepi matrasnya, “aku harus mengobati lenganmu.” ucapnya lalu membenarkan ikatan rambut Selina agar beberapa helai rambut coklat milik gadis itu tidak menutupi wajahnya.

Selina menggeleng, “tidak. Tidak usah, aku bisa sendiri, sungguh!” katanya mencoba meyakinkan Sehun agar lelaki itu tidak perlu repot repot mengoleskan obat itu pada tiap inci permukaan kulit lengan Selina. “Aiden bilang aku harus mengobatimu, Nona Shin.” kata Sehun.

“Tidak, Sehun.” tolak Selina, ia memikirkan alasan yang tepat agar Sehun segera berubah pikiran, ” Kau pikir sudah berapa lama kau meninggalkan kelas Madam Ty?”

Sehun menepuk jidatnya, “astaga aku sudah terlalu lama keluar dari kelas. Aish, maaf Selina! Aku harus kembali sekarang juga,” katanya cepat, raut mukanya menunjukkan sedikit kepanikan. Setelah Sehun keluar dari kamarnya dan menutup pintu, Selina menghembuskan napas lega, lalu tersenyum kecil.

Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding, memijit pelan keningnya yang terasa pening. Tangan kanannya bergerak untuk mengambil salep pemberian Aiden yang ditinggalkan oleh Sehun. Tangannya berdenyut tetapi Selina berusaha keras untuk mengambil salep tersebut, jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi tidak terlalu dekat juga.

Lagi lagi sakit tak tertahankan itu kembali menyerangnya, ia menyerah, Selina menarik kembali tangannya lalu memejamkan matanya.

Sakit. Kenapa tangan ini sakit sekali? Seluruh tubuhku juga. Aku ingin sembuh, aku tidak ingin merasakan sakit seperti ini lagi, aku ingin kaki, tangan dan seluruh permukaan kulitku tidak terasa ngilu dan berdenyut lagi. Aku ingin sembuh.. Aku ingin sembuh..

Sejurus kemudian Selina mencoba menggapai salep itu lagi. Grep, ia berhasil! Ia bisa! Selina mengerjapkan matanya, “aku….. bisa?”

.

.

.

Aiden melepas celemeknya lalu menggantungkannya, ia menyisir rambut hitamnya dengan jemari tangannya sebentar lalu mengambil sebuah nampan yang telah ia siapkan, di atas nya terdapat semangkuk cream soup dan sebotol air putih. Jam kerjanya sudah usai, ia memutuskan untuk mengunjungi Selina, menengok keadaan ‘adik’ nya itu. Di tengah jalan ia bertemu dengan seorang lelaki berambut emas yang menolong Selina tadi siang, lelaki itu berjalan berlawanan arah dengan Aiden. Iris hitamnya memandang sendu ke depan, seperti sedang melamun, memikirkan sesuatu. Aiden terhenyuk melihat anak lelaki itu, Oh Sehun, ia tahu betul siapa anak itu sesungguhnya.

Ketika jarak mereka menipis, Aiden menepuk bahu anak itu, “hey,” sapanya. Sehun yang tadinya sedang bergelut dengan ‘dunia’-nya sendiri langsung tersadar dan menoleh kepada Aiden, “oh, hey.” sapanya balik. Aiden tersenyum, “terimakasih yang tadi siang,” ucapnya.

“Aku tidak jadi mengobatinya, Selina melarangku, lagipula aku harus kembali ke kelas siang tadi,” Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Aiden tersenyum kecil, “tidak apa apa, kalau begitu aku duluan, ya. Selamat malam!” serunya riang yang dibalas anggukan Sehun, mereka pun melanjutkan perjalanan masing masing.

.

.

.

TOK TOK TOK

Suara pintu yang diketuk mengagetkan Selina dari lamunannya, dia mencoba berdiri tetapi gagal. Jadi yang bisa ia lakukan hanya berteriak menyuruh sang tamu membuka sendiri pintunya, ia berharap dengan sepenuh hatinya orang yang di balik pintu itu bukan seorang wanita bernama Madam Ty.

“Oh, Aiden.” ucap Selina pelan sekaligus lega.

Aiden menutup kembali pintu kamar Selina lalu duduk di samping gadis itu, “makan malam?”  tawarnya lalu menyendokkan sesendok cream soup hangat yang ia buat sendiri. Selina mengangguk lalu membuka mulutnya menerima suapan Aiden.

“Tanganmu bagaimana? Kakimu?” tanya Aiden setelah menyuapkan suapan kedua pada Selina. Gadis itu menjawab, “sudah lebih baik dari tadi, sangat lebih baik.”

“beneran? Jangan bohong lagi,” kata Aiden lalu memberi Selina minum.

“Aish aku tidak berbohong! Aku benar benar sudah baikan,”

“Oh ya? Bagaimana bisa? Tadi siang saja kamu sampai tidak bisa berjalan,”

Selina mengangkat bahunya, “aku juga tidak tahu. Sudahlah… Yang penting aku sudah sembuh kan?”

Aiden akhirnya mengalah, ia memutuskan untuk percaya saja pada Selina. Lagipula, wajah Selina sudah tidak sepucat tadi. “Oh ya, kau dan Sehun saling kenal?” tanya Aiden sebelum menyuap kan sesendok cream soup. Setelah Selina menelan makanan yang ada dimulutnya ia menjawab, “sebenarnya baru kenal tadi pagi saat aku mengantarkan sarapan. Dia yang menolongku ketika bajuku terkena teh hangat waktu itu,” ujarnya.

“Bukannya itu Baekhyun yang menolongmu?” tanya Aiden bingung.

“Bukan, dia yang memakai aerokinesisnya agar luka bakarnya tidak terlalu parah, Aiden.”

“Oh, begitu.” kata Aiden lalu menyuapi Selina lagi. “Baguslah,” gumamnya pelan hingga Selina tidak dapat mendengarya.

.

.

.

“Selamat pagi!” Selina memasuki dapur lalu berseru riang pada Aiden yang sedang memindahkan sepanci besar soup, membagi bagikan makanan hangat itu pada masing masing mangkuk yang ada di sebelahnya.

Aiden menoleh sekilas, “Hey, pagi juga,” balasnya. Setelah sepanci soup itu habis, ia menghampiri Selina yang tengah mematung di belakangnya, memperhatikannya sedaritadi. “Pagi pagi sudah melamun,” Aiden menyentil pelan dahi Selina yang membuat gadis itu mengaduh, “sudah tidak apa apa? Sudah bisa bekerja?” tanya Aiden melihat Selina yang kini mengambil celemeknya kemudian memakainya.

Selina mengangguk, “tentu saja aku bisa. Memangnya aku lemah,” katanya lantas mencibir ke arah Aiden.

“Sudah ya, aku mau mengantarkan sarapan, bye-bye, Aiden.” katanya lalu keluar dari dapur yang sibuk tersebut.

.

.

.

Selina meletakkan semangkuk soup hangat dan segelas jus buah di meja yang ditempati Baekhyun beserta teman temannya, Baekhyun memperhatikan gerak geriknya terus sehingga Selina merasa risih diperhatikan sebegitu intensnya oleh Baekhyun, mendadak ia menjadi gugup dan cepat cepat memutar badannya. Selina beralih ke meja lain yang ditempati oleh 3 sosok gadis cantik, Cassie Kim, Jessica Jung, dan Tiffany Hwang. Obrolan mereka terhenti begitu saja ketika Selina dengan hati hati menaruh tiga mangkuk soup lalu mengangsurkan 3 gelas jus buah kepada mereka. Jessica mendengus melihat wajah Selina yang menurutnya sok innocent, Cassie melirik Jessica sekilas seolah memperingatkan sahabatnya itu agar tidak bertindak macam macam kepada Selina, entah apa maksud Cassie melakukan itu. Setelah usai memberikan sarapan pada tiga gadis cantik itu, Selina berjalan menghampiri sebuah meja yang hanya diisi oleh dua orang lelaki, yang satu berambut emas terang, yang satu lagi berambut hitam legam. Ujung bibir Selina terangkat saat melihat lelaki berambut emas yang sedang mengobrol dengan temannya tersebut. Saat Selina meletakkan dua mangkuk soup di meja mereka, lelaki berambut hitam legam yang ternyata bernama Suho meninggalkan meja dengan alasan bahwa ia ingin ke toilet.

Sehun menerima segelas jus yang Selina berikan, ia menatap gadis itu. “Terimakasih,” ucapnya.

Selina mengangguk. Ia hampir berbalik ketika Sehun bertanya, “sudah tidak apa apa?” Selina menoleh dan balas menatap kedua bola mata Sehun, jantungnya sempat berdetak dengan kecepatan lebih dari biasanya tanpa ia kontrol ketika menatap kedua iris hitam itu.

“Aku—tidak apa apa.” jawab Selina agak gugup, ia tersenyum kikuk pada Sehun.

“Baguslah.” gumam Sehun.

Untuk kedua kalinya, langkah Selina terhenti, Sehun memanggilnya lagi, “kalau ada yang terjadi denganmu, beritahu aku. Janji?”

Selina menggigit bibir bawahnya, oh ayolah kenapa dadaku serasa berdegup kencang seperti ni, batinnya. “Te—tentu saja,” jawab Selina akhirnya, lalu ia melangkah keluar dari ruang makan.

Masih di ruang makan, di sebuah meja..

“Hey, apa yang kau lihat?” tanya Kris sambil mengikuti arah pandang Baekhyun, “Sehun?” tanyanya lagi, heran.

Baekhyun mengerjapkan matanya lalu menoleh ke arah Kris, “tidak, aku tidak melihat apa apa,” elaknya lalu mengambil gelas yang berisi jus buah itu kemudian meneguknya.

Dahi Kris berkerut samar, “kau tertaik dengan bocah aneh itu?” tebaknya asal masih penasaran akan Baekhyun.

Baekhyun menggeleng, “aku tidak suka mencampuri urusan orang lain,”

Kris mengangkat bahunya, “oh baiklah.” ia mengedarkan pandangannya sampai matanya menangkap sosok seorang gadis yang mengenakan celemek sedang berjalan keluar ruang makan, Selina Shin. Kris mendengus.

.

.

.

Soup? Lagi?” kekeh Paman Rob saat Selina menaruh nampan berisi menu sarapan, seperti biasa. Selina tertawa pelan, “Aiden seringmemasak soupakhir akhir ini, sepertinya ia sedang merindukan ibunya,” katanya lalu menyender ke tembok, otaknya sedang berpikir ulang, apakah ia harus membahas ini lagi dengan Paman Rob atau tidak. Ia melamun untuk beberapa lama, sampai Selina sendiri tidak sadar Paman Rob ikut memperhatikannya.

“Katakan saja,” ucap Paman Rob pada akhirnya seolah bisa membaca pikiran Selina.

Selina berdecak kesal, “kau ini mind reader ya, Paman? Mm… Itu, tentang Sehun,” ujarnya sambil memainkan ujung rambut halusnya.

Paman Rob mencondongkan tubuhnya, menopang dagunya dengan tangan, semakin tertarik dengan pembicaraan Selina. “Aku dan dia, sudah semakin dekat.” lanjut Selina lalu mengehembuskan napasnya, Paman Rob yang secara tidak sadar ikut menahan napas nya lalu menghembuskan napas juga.

“Kemarin, Madam Ty mencambukku di depan murid murid,” Selina melanjutkan ceritanya, “awalnya Baekhyun menyusulku keluar kelas, dia mau menolongku, tetapi aku tolak karena aku tidak mau mendapat hukuman serta cercaan dari Madam Ty maupun teman temannya,”

Paman Rob diam, mendengarkan gadis itu menyelesaikan ceritanya. “Lalu setelah Baekhyun kembali masuk ke dalam kelas, keluarlah Sehun. Dia menghampiriku, dia bilang dia sudah meminta izin kepada Madam Ty untuk keluar dari kelas, dia menggendongku sampai ke kamar—”

“—dia menggendongmu?” sela Paman Rob.

Selina mengangguk dan tersenyum kikuk, detak jantungnya kembali berdetak melebihi batas kecepatan normal ketika ia mengingat kejadian kemarin tersebut. “Aku tidak bisa berjalan, Madam Ty mencambukku terlampau keras waktu kemarin itu,”

“Astaga,” Paman Rob berdecak, “dia sangat baik terhadapmu, Selina.” kata Paman Rob, lalu menghela napasnya.

“Ya, dia baik sekali bukan? Aku—”

“Nona Shin!”

Seperti hari kemarin, suara seorang gadis yang meneriakan nama Selina kembali menginterupsi percakapan antara Selina dan Paman Rob. Selina tersenyum kecil, “baiklah, Paman. Sepertinya aku harus pergi sekarang,” pamitnya yang direspon oleh anggukan si Paman.

“Oh hey, Nana. Ada apa?” tanya Selina. Nana merangkul pundak Selina, “Madam Ty menyuruhmu membereskan kamar para murid,” jawabnya. Nana adalah salah satu teman dekat Selina di Xyn Academy ini, selain Alice. Tetapi Nana lebih dekat dengan Selina ketimbang Alice, Nana benar benar peduli dengan Selina, tetapi sayangnya ia dan Selina jarang sekali bertemu karena Nana lebih sibuk di kelas para murid, dia lebih sering menjadi ‘asisten’ pengajar.

bye bye, Selina. Senang bertemu denganmu hari ini!” seru Nana riang lalu berbalik meninggalkan Selina yang berjalan ke ruang penyimpanan untuk mengambil segala perlengkapan yang dibutuhkannya untuk membersihkan kamar kamar asrama yang ada di Xyn Academy.

.

.

.

Selina memasuki kamar selanjutnya yang harus ia bersihkan tanpa melihat nama pemilik kamar yang tertera di depan pintu. Ia membetulkan cepolan rambutnya lalu beranjak membenahi salah satu tempat tidur dari dua temapt tidur yang ada di kamar ini, karena tempat tidur yang satu lagi sudah rapi. Ia membuka jendela yang ada di kamar tersebut, membiarkan angin menyesaki kamar ini, lalu Selina mengikat gordennya ke samping. Ia mulai menyapu kamar tersebut, mengambil beberapa helai baju yang tergeletak begitu saja di lantai lalu menggantungnya di lemari. Beralih ke salah satu meja belajar yang ada, ia mengelap meja tersebut agar terbebas dari debu.

Gerakannya terhenti saat melihat sebuah buku catatan yang terbuka. Matanya membelalak, bukan, bukan karena apa yang tertoreh pada buku itu, bukan juga karena buku itu terbuat dari emas atau apapun semacam itu.

Tulisan ini……

Memori otak Selina bekerja keras untuk mengingat dimana ia pernah melihat tulisan yang semacam ini, ia memutar otak hingga ingatannya kembali pada malam itu. Malam dimana ia menemukan sepotong roti dan sekotak susu di depan pintu kamarnya, serta secarik kertas yang terselip di sana.

Selina membolak balik halaman demi halaman yang melekat pada buku tulis tersebut sampai ia menemukan nama Oh Sehun yang tertulis sebagai pemilik buku tersebut. “Astaga..” gumamnya lirih, ia meneliti lagi cara penulisan kata demi kata yang terpatri di buku ini, dada Selina kembali berdegup kencang ketika menyadari kesamaan yang begitu mirip, “Sehun..”

Selina merobek kertas yang ada di halaman paling belakang, yang terdapat tulisan Sehun di sana kemudian memasukkan robekkan kecil itu ke dalam sakunya. Tepat saat ia memasukkan kertas itu ke dalam saku, seseorang membuka pintu kamar itu.

“Selina Shin,” kata orang itu, membuat Selina mendongak dan menatap orang  yang memanggil nama nya tersebut. “Bisakah kau memanggilkan Cassie Kim di kelasnya? Bilang kepadanya Tuan Casey menunggunya di ruangan utama, aku akan menyuruh Nana untuk menggantikanmu.” terang Madam Valerie—orang tersebut—Selina mengangguk, “baik.” ucapnya patuh lalu keluar dari kamar Suho dan Sehun.

.

.

.

Selina mengetuk pintu kelas itu beberapa kali. Kelas ini lagi, semoga tidak terjadi apa apa, mohonnya dalam hati mengingat insiden kemarin. Pintu ruangan kelas itu terbuka, menampakan seorang wanita berusia awal 30an, Madam Rin tersenyum.

“Ng, Madam.. Tolong panggilkan Cassie Kim, Tuan Casey hendak bertemu dengannya,” ujar Selina.

Madam Rin mengangguk lalu memanggil gadis yang disebut, “Cassie, ayahmu mencarimu,” gadis berambut blonde yang dipanggil tersebut langsung beranjak dari bangkunya dan berjalan keluar, ia terkejut mendapati Selina lah yang memanggilnya.

“Ayah mencariku?” tanya Cassie setelah terbebas dari terkejutannya. Selina mengangguk lalu berjalan menuju ruang utama, mengantarkan Cassie. Dibelakang Selina, Cassie mengekori Selina, mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Selina walaupun sepertinya Selina sedang menjaga jarak dengannya karena canggung.

“Selina,” panggil Cassie pelan yang membuat Selina menoleh, “ya?” tanyanya. Kini langkah Cassie dan Selina sudah sejajar, “apa hubunganmu dengan Baekhyun?”

Degg.

Selina menelan ludahnya lalu menoleh ke arah Cassie, “m—maaf?”

Cassie berdehem, ia mengulang pertanyaannya, “Kau mencintainya? Kau mencintai Baekhyun?”

To Be Continued

Hey readers annyeong .. apa kabar? :3

Moodku lagi baik nih, komen dari readers itu moodbooster banget. Sumpah. Aku seneng banget bacain komen2 dari kalian, jadi lebih semangat gitu ngerjain LW Trip — 3 ini, hehe..

Sebenernya disini aku masukkin satu clue loh, ada yang bisa menebak apa? hehehe waktu itu ada beberapa readers yang menanyakan soal ini.. jadi aku kasih clue dulu aja deh, hehehe ada yang ‘ngeh’?😛

Terakhir saya minta do’anya semoga saya lulus dengan NEM tinggi dan bisa diterima di SMA yang saya inginkan😀 *calon anak SMA *amin

Sip, udah segitu aja. Ditunggu komennya ^^ sekali lagi komen dari kalian itu moodbooster banget loh! hehehe

Best regards, Kyuhyun wifey

shalsasya

26 comments on “Love Warrior — Trip 3

  • one word : JJANG! kamu kelas berapa sih? baru loh ini aku nemu ff yang ending atau terusannya aku gak bisa nebak. daebakk (≧∇≦)/ pemakaian bahasa juga bagus, gak ada masalah. kayaknya paman Rob ini ada hubungan keluarga ya sama Sehun? aku curiga Sehun itu anaknya paman Rob atau ya nggak taulah, aku gak bisa nebak terlalu jauh hahaha next trip ditunggu banget loh ya \^^/

  • one word : JJANG! kamu kelas berapa sih? baru loh ini aku nemu ff yang ending atau terusannya aku gak bisa nebak. daebakk (≧∇≦)/ pemakaian bahasa juga bagus, gak ada masalah. kayaknya paman Rob ini ada hubungan keluarga ya sama Sehun? aku curiga Sehun itu anaknya paman Rob atau ya nggak taulah, aku gak bisa nebak terlalu jauh hahaha next trip ditunggu banget loh ya~~~

  • sehun thu anak’a paman rob, paman rob kya’a dlu guru tp ngelakuin kslhan mka’a dikurung, mka’a aiden familiar am dy, mgkn tmen kcl’a.

    bwahahaha
    asal nebak doank

  • misi nih, mau kasih kritik n saran kalo boleh…
    di trip awal bilang.x rmbut si sehun itu coklat trus di kelanjutan.x bilang warna emas…
    trus,, ak kelampau kasihaaannnnn bgt ama nasib.x si Selina Shin,,, udh yatim piatu tinggal sama org jahat pula… knapa di pikiran selina nggak ad ie untk keluar ato berontak ya? toh kalau dia keluar dr XynAcademy, ia mungkin bisa dapetin telekinesis.x n punya kehidupan yg lbih layak…
    Hehehehe… mian kalo kepanjangan or nyakitin hati…
    HEART HEART HEART ^^

    • Mianhae, saya membuat kesalahan yang cukup fatal, rupanya. Makasih koreksinya, mungkin untuk selanjutnya rambut Sehun akan berubah menjadi emas🙂

      Karena kalau dia memberontak, dia nggak akan punya tempat berlindung lagi. Kalau di Xyn kan, minimal dia punya AIden lah.

      Nggak nyakitin kok, makasiha ya🙂

  • One word: DAEBAAAAAK!
    FFnya keren banget seriusan. Jalan ceritanya bagus banget, saya suka😀

    Baru lulus Smp ya? Waaa kita sama😀 salam kenal, Shin HaRin imnida. Tapi nama aslinya Karin🙂

    Teruslah berkarya. Fighting!

    Gomawo^^

  • waduh, nih ff ga dilanjutin kayak.x…#tanya sm diri sendiri…

    pdhl, udh ditunggu n setiap bk web s’lalu cek… nih ff udh ad klanjutan.x ap blom…
    t’xata blomm…
    #hmm…

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: