I Can’t..

Published April 10, 2012 by GaemShal♥ (shalsasya)

Author: shalsasya
Genre: romance, sad
Length: ficlet
Casts: Youngmin boyfriend, Haseul (OCs)
Minor cast: No Minwoo

Special thanks to violetkecil Eonni for the poster!😀

.

.

“Harin-ah, jika ada mantanmu yang sangat sangat baik meminta mu balikan dengannya sedangkan kau sedang berpacaran dengan seorang namja, mana yang kau pilih?”

Harin terlihat berpikir sejenak, “aku tetap akan bersama pacarku,” putusnya.

“tapi mantanmu itu sangat baik, perhatian. Dan kau merasa bosan dengan pacarmu yang sekarang?” tuntut yeoja itu pada sahabatnya.

“Memangnya kenapa, Haseul-ah? Kau menjodohkan Harin dan Donghae, ya?” tebak EunRim penasaran dengan pertanyaan menuntut dari sahabatnya itu.

“Anii. Aku hanya tanya, bagaimana Rin-ah?”

“Kurasa aku akan berbalikan dengannya,” gumam Harin. “Memang kenapa? Buat FF, ya?” tanyanya pada Haseul.

“Ani, cuma nanya!” elaknya.

“Bohong. Jadi ceritakan pada kami, Minwoo mengajakmu berbalikan ya?”

Haseul menundukan kepalanya, “dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Tidak mungkinkan aku….,” katanya menggantung. “Tapi aku merasa bosan dengan Youngmin, dia seperti ‘itu-itu’. Aku, ah…molla,” racau Haseul frustasi.

Sebenarnya yeoja berambut hitam panjang itu sudah lama merasa seperti ini, dan dia memendam nya seorang diri hingga akhirnya ia sampai pada titik maksimal, tidak kuat lagi iapun mengadu pada dua sahabatnya yang dianggap bisa memberikan solusi.

“Lebih cepat lebih baik, Haseul-ah. Walau itu menyakitkan sekalipun,”

Dan kata-kata Harin pun menyadarkan Haseul. Dia tidak mungkin membohongi Youngmin terus.

.

.

.

“Sekarang? Tapi aku takut, Harin-ah!” pekik Haseul lalu menelungkupkan lengannya menutupi kepala. “Bagaimana?” dia mendongak dan memandang kedua sahabatnya penuh harap. “Kamu sms dia dulu aja, Haseul,” usul Eunrim yang langsung ditanggapi Haseul, yeoja itu langsung mengetikkan sesuatu di handphone-nya. Dia menghembuskan nafas panjang.

“Kamu bilang apa?” tanya Harin. “Aku cuma bilang ‘Youngmin-ah..’ begitu.” jawab Haseul dan kembali menghembuskan nafas.

Eunrim tertawa kecil, “jangan murung begitu, eh. Makan dulu yuk?” tawarnya-dia sebagai pemilik rumah langsung memanggil maid-nya dan menyuruhnya mengambilkan makanan untuk Harin, dan Haseul. “Santai, eh. Wajahmu tegang,” kekeh Harin pelan disusul dengan tawa nya yang menggelegar.

“Harin-ah! Dulu juga kau pernah seperti ini tahu,” sungut Haseul kesal. “Ya! Jangan dibahas!” seru Harin galak. “Bagaimana denganmu, Eunrim? Apa kau tidak bosan berpacaran dengan Eunhyuk bertahun-tahun seperti itu?”

“Anii. Eunhyuk itu asyik, dia tidak pernah membuat ku bosan, Haseul-ah.” jelas Eunrim dengan berbunga-bunga.

“Tapi Youngmin….aku-dia membosankan. Maksudku, ergh…dia ‘itu-itu’ aja, caranya selalu sama. Wajar kan kalau aku bosan?” wajah Haseul semakin memelas.

“Yep, ditambah dengan kedatangan Minwoo yang menawarkan cintanya lagi kepadamu.”

“aku…. Tidak jahat, ‘kan?” gumam Haseul teramat sangat pelan sehingga kedua gadis yang ada di depannya tidak mendengar.

.

.

.

Sesudah tiga sekawan itu menyantap makan siang. Handphone milik Haseul bergetar dan berbunyi pelan, “sms!” serunya dan ia segera membuka pesan tersebut, dari Youngmin.

Nee, Haseul-ah? Mianhae tadi aku sedang ada acara keluarga. Ada apa?🙂

“bahkan dia meminta maaf,” keluh Haseul dan memperlihatkan pesan singkat itu pada Harin dan Eunrim. “Ottokhae? Aku jadi semakin tidak tega memutuskannya!”

“iyaya, kasihan.”

Haseul menggigit bibir bawahnya, bimbang.

“Kau sudah yakin ‘kan, Haseul?” tanya Harin serius-meyakinkan. Haseul langsung mengangguk. Akhirnya dia mengetikkan sms untuk Youngmin, sebelum dikirim dia perlihatkan dulu kepada Harin.

Youngmin-ah.. Maaf, aku merasa kita sudah tidak cocok. Sepertinya kita harus putus, mianhae.

“sebentar… Kau benar-benar sudah yakin, kan?” tanya Harin kembali memastikan. Kali ini Haseul mengangguk dengan perlahan.

“pikirkan dulu kemungkinan yang akan terjadi nanti. Tidak akan ada lagi Youngmin yang meng-sms-mu, menelfonmu setiap malam, tidak ada lagi. Bagaimana?”

“iya, aku yakin, Harin-ah.” kata Haseul dengan penuh penekanan, dan sms itupun terkirim.

Diluar perkiraan, Youngmin membalas sms itu dengan cepat.

Iya, tidak apa-apa. Hahahahaha.

Haseul mengernyitkan keningnya, “dia ngerti kan aku bilang apa? Kok dia…. Biasa aja!?” perlahan mata Haseul mengeluarkan air mata, “kenapa dia tidak merasa kehilangan samasekali?” tanyanya.

Dia langsung mengetikkan sms untuk Youngmin, sekedar meyakinkan.

Jadi…, kita putus, kan?

Dan secepat tadi, Youngmin segera membalas sms Haseul.

Iya, terserah. Hahahahaha.

Haseul menghela nafas lega.

.

.

.

Hari ini Haseul memutuskan untuk berjalan sendirian. Tadi malam ia kembali memikirkan apakah tindakan nya salah atau tidak. Dan di hari Minggu ini dia tidak mau memikirkan hal itu. Dengan langkah enteng, gadis berambut panjang kecokelatan itu berjalan menyusuri jalanan hingga akhirnya dia terduduk di sebuah bangku. Matanya terpejam hendak merasakan sinar hangat matahari yang menyiram tubuhnya untuk sesaat. Ketika matanya terbuka lagi, ia baru menyadari kemana ia melangkah. Taman, taman ini, Youngmin selalu mengajaknya ke sini-dan bangku yang sedang didudukinya adalah bangku kesukaannya dan Youngmin. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling-sebagai pengalih perhatian. “Oh Tuhan, bahkan aku sampai berhalusinasi.” gumamnya. “-Tidak, itu benar-benar dia!” Haseul hampir terlonjak melihat sosok Youngmin yang mendekat.

“Annyeong.” sapanya pelan dan duduk disamping Haseul. Yeoja itu langsung duduk tegak.

“Youngmin-ah..,”

“aku masih tidak percaya kalau kita putus…,”

“-Youngmin…,”

“rasanya baru kemarin aku memilikimu,” ucapnya dan memandang Haseul dengan matanya yang sayu.

“Youngmin-ah.. Aku, aku minta-”

“Tidak perlu minta maaf, aku tidak apa-apa.” potongnya dan Youngmin tersenyum.

Haseul makin tidak enak hati, “mianhae. Sana cari pacar lagi!” serunya-mencoba-riang.

Youngmin mendengus, “kaupikir gampang, Seul-ah?”

“-eh, tapikan banyak yeoja di dekatmu!”

“lalu? Tetap tidak bisa.”

“bisa, Youngmin!” paksa Haseul.

“tidak, Haseul. Kalaupun bisa itu akan memakan waktu cukup lama,”

“Anii! You can!”

Untuk kesekian kalinya Youngmin menggeleng. Dia menatap Haseul dengan mata yang berkaca-kaca, “No, I can’t.” katanya lirih.

FIN.

RCL waited ^^

20 comments on “I Can’t..

  • Aigooo youngmin TwT
    tega bgt ya si haseul, yakin deh dia bakal tetep galau, apalagi diakhiri pandangan berkaca2 dari youngmin TwT
    ada sequelnya thor?

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: