[Songfic] Unbreak My Heart

Published March 16, 2012 by GaemShal♥ (shalsasya)

Author: Shalsasya

Genre: Romance, sad (fail)

Casts:

  • L / Kim Myungsoo Infinite
  • Lee Hajoon (Imaginary Cast)

Minor Cast: Summer Lee (Imaginary cast)

Rating: Teen

Length: Oneshot

Disclaimer: The story, plot, and it’s poster are belong to me. Don’t copy this fanfic.

Warning: Typo may applied.

Oiya, biar lebih ngena coba deh baca sambil denger lagu nya Toni braxton – Unbreak my heart.

-oOo-

Don’t leave me in all this pain
Don’t leave me out in the rain
Come back and bring back my smile
Come and take these tears away

“Si L itu tidak menghubungimu lagi? Aish, Hajoon-ah!” Haseul kesal sendiri dengan pacar sahabatnya, L alias Kim Myungsoo. Padahal mereka berdua –hajoon dan L masih terikat status dan berpacaran tapi L bertindak seolah-olah ia tidak mempunyai pacar, mengabaikan Hajoon begitu saja. Kira-kira sudah 3 bulan lebih.

“Aku sudah bilang pada L, tetapi dia tidak menggubrisku.” Ujar Sungyeol yang berdiri di samping Haseul.

Hajoon menatap pasangan itu nanar, “sudahlah. Tidak apa-apa, sudah biasa.” Ucapnya pelan tetapi masih bisa di dengar. “aku akan menunggunya,” tambahnya lagi lalu berbalik menuju jendela besar yang menghadap ke taman yang ada di luar apartemennya, menyandarkan badannya disitu sambil memandang kosong ke bawah.

“kalau begitu kami pulang dulu, Hajoon-ah. Kami ada acara,” cengir Haseul, ya dia memang punya acara dengan namjachingu-nya, Sungyeol.

Hajoon mengangguk, “ne. Terimakasih sudah datang, hati-hati di jalan!” serunya lalu pasangan itu pun menghilang dari kamar apartemen Hajoon yang mewah. Hajoon terduduk di sebuah sofa empuk, dan perlahan-lahan air mata membasahi pipinya lagi. ia tidak habis pikir tentang sifat Myungsoo yang berubah secara drastis, memang tidak mendadak sih, tetapi perlahan-lahan. Myungsoo yang awalnya baik hati, penyayang, dan sangat menjaga Hajoon berubah 360 derajat. Ia berubah menjadi es. Awalnya Hajoon mengira itu main-main dan tidak akan berlangsung lama. Tapi kenyataannya? Sudah 3 bulan mereka tidak berhubungan.Hajoon sudah mencoba segala cara, dari menelfon nya, meng-sms, bahkan sampai datang ke dorm infinite. Mula-mula Myungsoo tidak pernah membalas lagi sms dari Hajoon, ia selalu berkilah kalau ia sibuk atau handphone-nya hilang, tetapi mereka masih sempat bertemu. Tapi lama kelamaan Myungsoo bersikap seolah tidak mengenal Hajoon, ia selalu menghindar jika ada yeojachingu-nya itu, tidak menggubrisnya samasekali. Hariitu, saat Hajoon mendatangi dorm Infinite, Myungsoo yang tadinya sedang tertawa dengan member lain langsung menghentikan tawanya dan memasang tampang sedingin es. dia mengurung dirinya di kamar terus-terusan sampai Hajoon pergi.
I need your arms to hold me now
The nights are so unkind
Bring back those nights when I held you beside me

Air mata Hajoon tidak kunjung reda. Ia semakin terisak, ingatannya kembali melambung pada malam itu. Malam dimana semuanya menjadi jelas dan menorehkan sebuah pisau di hatinya.

FlashbackON

Hajoon yang sedang menangis sendirian sambil menyandar ke jendela besar di ruang tengah –tempat favoritnya untuk menangis dipaksa menghentikan tangisnya karena ia mendengar suara nyaring bel apartemen nya yang berbunyi. Dengan kasar ia mengelap air matanya dan merapikan rambut seadanya. Lalu membuka pintu.

“Myungsoo Oppa!” serunya riang, senyumnya langsung merekah melihat sesosok namja tampan di depan nya sekarang. Namja itu hanya tersenyum tipis, tidak membalas sapaan Hajoon samasekali. “Ayo kita masuk, ada yang perlu kubicarakan.” Ucapnya datar tanpa memandang hajoon sama sekali. Perasaan hajoon langsung tidak enak, ia tahu apa yang akan Myungsoo bicarakan. Ia tahu benar. Dengan takut-takut ia menatap Myungsoo yang kini duduk di depan sofa yang di duduki nya, “mau bicara apa, Oppa?” tanyanya –pura pura tenang, seolah menanyakan jam.

Myungsoo menelan ludah terlebih dahulu sebelum berkata, “kita harus putus, hajoon.” Katanya telak melempar Hajoon ke jurang tanpa dasar.

Hajoon tersenyum hambar, “begitukah? Wae, Oppa?” katanya sambil menunduk, berusaha menahan tangisannya sekuat mungkin, ia tidak mau terlihat rapuh di depan Myungsoo.

“Tidak apa-apa, kita harus putus, itu saja.” Ucap Myungsoo tetap tenang.

Kini Hajoon mendongak, pandangannya menembus bola mata Myungsoo, “wae, Oppa? apa ada yang salah denganku? Apa?” tuntutnya.

Myungsoo menggeleng perlahan, ia membalas tatapan tajam Hajoon, “aniyo, kau tidak salah. Yang salah itu aku, aku sudah tidak mencintaimu.” Ucapnya lalu memalingkan wajahnya ke sembarang arah.

“ –mwo? Baguslah, aku juga tidak mencintaimu lagi.” kata hajoon, ia sadar itu pernyataan bodoh. Membohongi diri sendiri.

Myungsoo tersenyum, “jinjja? Baguslah. Ini akan semakin mudah,” ucapnya lalu berdiri, berjalan keluar. “terimakasih untuk waktumu, aku pulang.”

Hajoon masih menunduk ketika Myungsoo hendak membuka pintu, ia berpikir ulang. Apa ini yang dia mau? Pergi tanpa menahan sedikitpun? Tanpa sepatah katapun? Apa ini yang ia mau?

“Myungsoo Oppa! chankaman!” teriaknya yang membuat Myungsoo reflek menoleh ke belakang. “Chankaman, aku bohong, aku masih mencintaimu, sangat!” serunya sambil menatap Myungsoo, mencari-cari apakah masih ada kesempatan untuknya, tetapi nol besar.

Myungsoo menelan ludah, “mianhae. Itu tidak akan merubah apapun.” Ia pun pergi, menutup pintu apartemen Hajoon. Meninggalkan mantannya sendirian.

When you walked out the door
And walked out of my life

“Myungsoo…”

Flashback OFF

-oOo-

Take back that sad word good-bye
Bring back the joy to my life
Don’t leave me here with these tears
Come and kiss this pain away

“Myungsoo.. Myungsoo Oppa, aku masih mencintaimu.” Ucapnya disela-sela tangisan. “sakit itu masih ada, Oppa.” isaknya meringkuk di bawah jendela. Begitulah yang ia lakukan berhari-hari setelah ditinggal Myungsoo. Menangis setiap malam, menangisi namja yang sama sekali tidak peduli. Ia sadar rasa cinta nya untuk Myungsoo belum habis –atau tidak akan pernah habis? Yang jelas ia belum menemukan pengganti Myungsoo, Hajoon sendirilah yang merasa enggan. Ia hanya butuh Kim Myungsoo di sisinya. Myungsoo lah penyebab senyumnya, penular tawanya, dia sudah terlalu bergantung pada Myungsoo.

Hajoon sudah lupa bagaimana caranya tersenyum sejak hari itu. Bagaimana cara nya tersenyum? Apa seperti ini? Oh, tidak. Yang keluar malah senyum hambar yang terlihat semakin…. Miris.

Bagaimana caranya tertawa? Apa aku masih bisa? Hajoon menggeleng, dia benar-benar lupa. Bisa dibilang Myungsoo mengambil kebahagiaannya.

-oOo-

I can’t forget the day you left
Time is so unkind
And life is so cruel without you here beside me

Hajoon memutuskan untuk berbelanja kebutuhan dapur sore ini, ia lelah menangis terus, mungkin air matanya sudah kering untuk menangis lebih lama lagi. dengan langkah pelan –amat sangat pelan ia keluar dari minimarket dan berjalan menikmati semilir anginnya yang membelai pipinya. Sudah mau masuk musim dingin, ya? Ah tidak, ia mulai mengingat bagaimana cara Myungsoo memeluknya saat musim dingin tiba, hangat.

Matanya berhenti di sebuah titik, jantungnya mendadak seolah berhenti berdetak. Ia samasekali tidak mempercayai apa yang ia dengar dari tv besar yang dijual di sebuah toko elektronik yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri. Hajoon segera mendekati asal suara tersebut, sebuah air mata mulai turun menyapu pipi tirus itu.

“Akhirnya mereka bertunangan! Chukkae, L oppa~” seru seorang fangirl kepada temannya dengan riang.

Hajoon tetap memandang tv tersebut, yang menampilkan acara gossip dari kalangan selebritisKorea. Ia masih tidak percaya –atau tidak mau percaya?

Hajoon menjatuhkan belanjaannya, “Myungsoo Oppa,” lirihnya. Ia terduduk di depan toko itu tanpa memperdulikan tatapan aneh dari orang-orang sekitar, ia benar-benar sudah tidak peduli.

“Waeyo, Unnie? Fans nya L oppa, ya? Sabar ya, aku juga sedih kok L Oppa sudah tunangan.” Seorang yeoja SMA yang melewatinya berkata begitu.

Bukan itu yang ia rasakan, bukan itu. Lagi-lagi Myungsoo menancapkan satu pisau lagi di hati Hajoon, bukan hanya ditancapkan, tetapi di cabut kembali.

Myungsoo sudah bertunangan dengan seorang aktris Amerika. Apakah ia tidak tahu dengan perasaan Hajoon, eh?

-oOo-

Un-break my heart
Say you’ll love me again
Undo this hurt you caused
When you walked out the door
And walked out of my life

Hajoon berlari ke sebuah taman, meninggalkan kantong belanjaannya begitu saja. Dia duduk diam disitu, memeluk lutunya. Kini ia yakin air matanya benar-benar sudah habis.

“Myungsoo bertunangan dengan Summer Lee, Myungsoo sudah bertunangan…”

Kalimat itulah yang dari tadi terlontar pelan dari mulut Hajoon.

Ia mendongak, menatap langit dengan sendu. Langit seolah mendukung kesedihannya, terlihat muram dengan awan kelabu.

Tepat saat hajoon mengamati satu awan yang masih bersinar, seorang yang ia kenal berjalan melewatinya, mata mereka bertemu. Dan untuk keberapa kalinya, jantung Hajoon berdetak lebih cepat. Mata itu! Ini seperti takdir, ia bertemu dengan Myungsoo.

“myungsoo!” panggil hajoon lemah, dan beruntung si pemilik nama berbalik memandang hajoon bingung di balik kacamata hitamnya, ia berbalik mendekati hajoon.

“kau sudah bertunangan?” tanya Hajoon langsung, seolah masih tidak percaya. Dengan cepat Myungsoo mengangguk, “kau sudah tau?” tanyanya balik dan tersenyum ke arah Hajoon. Senyum itu… ia sadar itu bukan untuknya.

Un-break my heart oh baby
Come back and say you love me
Un-break my heart

“Oppa, jebal. Batalkan pertunangan itu,” pinta hajoon gamblang, tidak terkontrol. Ia hanya ingin Myungsoo kembali padanya.

“hajoon…” Myungsoo menatap ‘tak tega pada hajoon yang kini sudah mengeluarkan air mata.

“jebal, aku tidak bisa apa-apa tanpamu, aku mohon,”
Sweet darlin’
Without you I just can’t go on
Can’t go on….

FIN

Okay, sebenarnya ini fic dibuat untuk Rizka Natasya alias Summer Lee. Gimana, Riz? Maaf jelek.

Don’t forget to RCL!

9 comments on “[Songfic] Unbreak My Heart

  • Sya, emg aku gk nangis baca ini.
    tapi alhasil GALAU abis!! Sya kok FFnya galaus ih #plakkk
    tapi bagus kok. ehh.. iya. kamu INSPIRIT ya? sama donggg~
    wp aku PPnya pake Sungjong. wkwkwkwk

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: