Goodbye [prolog]

Published January 8, 2012 by GaemShal♥ (shalsasya)

Author: shalsasya

Main cast: Super Junior’s Cho Kyuhyun, Ahn Chiensa (OC)

Support Cast: Super Junior’s Sungmin, SNSD’s Taeyeon (as Chiensa’s sister)

Genre/length/rating: romance/continue/general

 

Annyeong readers-deul. Shalsa balik lagi membawa FF (geje) ini. Karena ini prolog, sangat diharapkan commentnya. Shalsa pengen tau respon readers kayak gimana, makanya comment ya. Saran dan kritik boleh kok, asal jangan bashing.

 

Selamat membaca~

 

[goodbye prolog]

“mau eonnie temenin?” tanya Taeyeon eonni yang duduk di sebelahku, di belakang setirnya yang masih ia pegang. Aku menggeleng. Lalu ia menoleh dan menatap kedua manik mataku dari belakang kacamata hitam yang ia pakai, “yakin?” tanyanya. Untuk kedua kali nya, aku mengangguk. Aku membuka pintu mobil dan mulai berjalan, seperti biasa, tempat ini sepi. Semilir angin menggelitiki tubuh ku, aku pun merapatkan mantelku untuk sekedar menghangatkan tubuh.

Akhirnya aku sampai, pandangan ku lurus ke depan, “Sungmin-ah, aku kangen.” Ucap ku sambil mengumbar sebuah senyum, senyuman yang selalu disukai Sungmin. Aku berusaha tegar didepannya, yang mungkin tidak bisa melihat ku. Tapi aku berusaha tersenyum, Sungmin selalu bilang ia menyukai senyum ku dan ia tidak mau aku menangis. Maka, aku akan mengikuti kemauannya.

“sudah 2 bulan, ya? Mianhae, Sungmin-ah, aku baru mengunjungimu sekarang.” Ucapku lagi sambil memandang gundukan tanah dengan nama Lee Sungmin di nisannya. “mianhae, aku baru sanggup sekarang,” ujarku lagi, kini suara ku bergetar. Tidak, tidak! Aku tidak boleh menangis, ini demi Sungmin.

“bagaimana kabarmu? Baik, ‘kan?” aku tersenyum bodoh. Tidak ada jawaban sama sekali, tentu saja. Sungmin tak bisa lagi menjawab pertanyaanku, raganya sudah terbenam dengan tanah, seperti yang ada dihadapanku.

“apakah kau selalu mengamati ku dari atassana? Seperti yang kau lihat, aku….” Aku diam sejenak, lalu meneruskan, “aku sudah lebih baik.”

“eomma mu bilang waktu itu kau mau melamarku, ya?” ucapku lagi, kini pandanganku mengabur, mataku sudah berkaca-kaca. Aku sudah tidak kuat lagi, aku terduduk lemas didepan makamnya, “sudah dulu ya, Sungmin.” Kataku cepat dan segera bangun. Aku berbalik, menuju sebuah kursi yang ada lalu duduk. Disini tangisku langsung tumpah. Bodohnya, padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menangis, karena Sungmin tidak menyukai tetesan air mataku. Dan karena itulah aku menjauhi makam Sungmin, aku tidak mau menangis tepat didepan makamnya, itu sama saja dengan menangis di hadapannya. Aku menangis dalam diam. Lalu bangku yang aku duduki sedikit bergetar, aku menoleh sedikit. Ternyata ada sesorang yang menempatinya, tapi aku tidak peduli. Toh ini memang pemakaman dan menangis di tempat ini bukan hal yang aneh. Beberapa saat kemudian, tangisku berhenti.

“sudah baikan, agasshi?” tanya suara disebelah ku, aku mendongak. Ternyata seorang namja. Aku mengangguk canggung, “sudah.”

“siapa?” tanyanya. Aku menatapnya bingung, maksud nya?

Dia berdeham, “maksudku siapa yang mm, anda kunjungi?”

Aku terdiam sejenak, lalu menunjuk sebuah makam. Makam Sungmin.

“Sungmin, dia.. namjachingu-ku,” aku berhenti sebentar, “2 bulan yang lalu, tepatnya saat Valentine dia meninggal.” Ucapku lagi, kini mataku berkaca-kaca.

“sudah, sudah, tidak perlu dilanjutkan.” Namja di sebelah ku tersenyum, tapi entah kenapa aku ingin melanjutkannya. Sepertinya aku memang butuh teman curhat.

“tidak apa-apa,” aku mengusap mataku. Lalu ingatanku kembali melambung ke hari itu.

Flashback on

 

To: Sungmin oppa:*

 

Oppa, aku sudah sampai. Hati-hati dijalan, ya^^

 

Setelah sms itu terkirim aku memasukkan handphone ku ke dalam saku mantel yang aku kenakan lalu kembali duduk manis di restoran ini. Aku rasa makan siang kali ini akan berkesan, Sungmin oppa mengajakku makan di sebuah restoran di hotel bintang 5 seperti ini, hatiku berdebar kencang menerka-nerka apa yang terjadi nanti.

Sudah 45 menit, aku mendesah, bosan. Kemana saja dia? Apa dia lupa? Ah, tidak mungkin. Dia berkali-kali mengingatkanku, masa sih dia sendiri bisa lupa?Kangak lucu.

To: Sungmin oppa:*

 

Oppa, kau dimana? Ini sudah jam 1, kau bilang aku harus datang jam 12, ‘kan?

 

Aku kembali mendesah, ini sudah terlalu lama. ‘tak biasanya Sungmin oppa ngaret seperti ini, yang biasanya ngaret itu aku. Kulirik arloji manis yang melingkar di tanganku, sudah jam 2 kurang 10. Apa aku pulang saja?

Drrrtttt… drrrttt…

 

Kurasakan handphone ku bergetar di sakuku, aku segera mengambilnya dengan semangat. Sungmin oppa menelfonku!!

“yoboseyo” ucapku datar, aku mau ngambek dikit ah.

“yoboseo, apakah ini dengan Chiensa-ssi?” eh siapa itu? Yang terdengar malah suara seorang yeoja.

“iya, ada apa?”

“kami dari Rumah sakit Ilsan, apakah anda bisa kesini sekarang?”

Jantung ku langsung berdegup lebih kencang, apa yang terjadi? Oh tuhan, tolong jangan terjadi apa-apa, aku mohon. “i-iya, aku bi- bisa..” jawabku dengan tergagap lalu aku langsung keluar restoran dan mencegat satu taksi yang lewat.

@ RS Ilsan

 

Dengan mata yang sudah dipenuhi air mata aku berlari menyusuri Rumah sakit, aku disuruh ke ruangan ICU sama resepsionisnya, kekhawatiran ku langsung memuncak, aku banyak-banyak berdo’a sambil terus berlari.

Akhirnya aku sampai, disana udah ada eomma dan appa nya Sungmin. Lee Ahjumma menangis sedangkan Lee Ajuhssi menundukkan kepalanya. Rasa takut langsung menyergapku, apa yang terjadi!?

Aku menghampiri mereka, “ahjumma, ahjussi, apa yang terjadi?”

Mereka terdiam, Lee ahjumma terus menangis, Lee ahjussi memeluk istrinya dan menggeleng, “masuklah ke dalam.”

Tanpa ba-bi-bu lagi aku langsung memasuki ruangan ICU itu, beberapa suster memandangku dengan tatapan tidak enak.

Lututku langsung lemas melihat apa yang ada didepanku saat ini. Sungmin, tubuhnya sudah ditutupi kain kafan, tapi wajahnya belum. Aku langsung menangis, bahuku bergoncang hebat, aku terduduk lemas dilantai.

“SUNGMIN BANGUN!!” jeritku histeris.

“APA YANG TERJADI PADA SUNGMINKU!!?” aku berdiri dan menggoncang-goncang tubuh sungmin yang dingin. “BANGUN, sungmin! Kalau kau mencintaiku kau harus bangun!” desakku.

Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh bahuku pelan, “dia kecelakaan, sebuah truk dengan kecepatan tinggi menabraknya. Ia meninggal di tempat,” jelas seorang suster. Aku kembali sesenggukan, “sungmin…. Kenapa…” aku memandang wajah sungmin.

Beberapa saat kemudian mayat Sungmin dibawa, dipindahkan. Aku menahan perawat yang membawa nya dan mengecup kening Sungmin untuk yang terakhir kalinya, “saranghae Sungmin.”

Lalu mereka pun pergi. Sungmin pergi. Meninggalkanku sendirian. Selamanya.

“Chiensa?” suara yang sudah sangat kukenal memanggilku, aku mendongak, “ne, ahjumma?”

Eomma nya Sungmin mengeluarkan sesuatu dari tas nya, sebuah kotak kecil. “ini untukmu, kami menemukannya di dashboard mobil Sungmin,”

Aku mengambilnya, aku menatap Lee ahjumma, ia mengangguk. Aku pun membuka kotak itu, air mataku kembali mengucur deras. Sebuah cincin yang sangat indah. Lalu tiba-tiba Lee ahjumma memelukku, “dia berniat melamarmu hari ini,” bisiknya.

Flashback OFF

 

“cukup,” ucap namja disebelahku, aku menghela nafas berat. “kau sudah sesak nafas begitu jangan dilanjutkan,” ucapnya tegas.

“Chiensa!!” sebuah suara nyaring dari arah belakang meneriakan namaku, aku berdiri, “ayo pulang,” ucap taeyeon eonni padaku. Ia memandang bingung namja disebelahku.

“saya duluan ya, terimakasih sudah mendengarkan, annyeong…” aku menggantungkan kalimatku, aku tidak tahu namanya!

“Kyuhyun, Cho Kyuhyun.”

Aku tersenyum, “ne, annyeong, Kyuhyun-ssi,”

To be Continue.

 

Bagaimana? Ancur kah? Geje kah? Hahaha, minta komentar nya ya readers yang baik :*

2 comments on “Goodbye [prolog]

  • WAHAHAAAA(?)
    itu siapa yang ngedit posternya chingu? keren banget! xD
    hahahmakasih udah majang disitu aku terharu :”

    mwo? sungmin meninggal? huwaaa uri umin T_T
    tapi penggantinya sungmin KYU?
    uwa bakal rajin mampir kalau castnya suami saya sendiri(?)

    tapi aku belum tau mendalam sih ttg Chiensa nya jadi belum punya bayangaan u,u

    uwaaaaaa yang tabah yaa chiensa(?) :’D

    udah dulu yaaaw shal~~~
    oh ya betewe mian bgt aku gabisa nyelesaiin backgroundnya mian bangeeeeet u.u
    aku udah masuk sekolah besok dan langsung efektif

    tapi kalau ngedit poster sedih bisa *gaadaygnanya*
    hehehe
    dadaaaaah shalsambel~~
    gonna miss (K)you kekekeke~

  • HAHAHAHA iya bagus banget sama aku lupa yang buatinnya siapa? #PLAK.

    Hahaha iya, aku juga baru pertama kali nulis ff yang cast nya pake chiensa, abis kalo pake namkor aku terus takut dihajar massa(?)

    Gapapa kok, aku bisa ngerti posisi kamu :’) abis aku besok juga masuk sekolah nya huhuhuhu.

    Okaaay, I’m gonna miss you too, oya check your twitter, dear :p

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: