On My Mind (part 5)

Published December 26, 2011 by GaemShal♥ (shalsasya)

Author: shalsasya

Genre: Romance

Length: Chaptered

Rating: General

Main Cast: Cho KyuHyun (Super Junior), Kim Jesang (OC)

Support Cast: SeoHyun (SNSD), Kim Ryeowook (SuJu), Kim Taeyeon (SNSD), and others member from Super junior, SNSD, and SHINee.

–sebelumnya–

Saat memasuki kompleks perumahan terkemuka diSeoul, hatiku kembali berdebar. Ayolah, KyuHyun! Masa lelaki tampan seperti mu deg2an begini, sih? Tunjukkan ke-pria-an mu!(?) aku menepikan mobil ku, eh maksudnya mobil sungmin hyung sebentar, menyiapkan kata-kata yang pas untuk menyatakan perasaanku pada yeoja itu. Ya! Kim Jesang, siap siap terpukau!

–selanjutnya–

Aku kembali melajukan mobil ini, saat sudah sampai 2 blok lagi menuju rumah Jesang, aku mendapati sebuah mobil terpakir manis di depannya, wah Leeteuk hyung? Ngapain dia ke rumah Jesang? Setelah melewati rumah Jesang, aku melihat yeoja cantik itu tengah bicara dengan Leeteuk hyung. Mereka…terlihat serius. Sebaiknya aku pulang saja, aku mengurungkan niatku dan kembali ke dorm.. mm, apa yang sedang mereka bicarakan? Erghh, kalian membuatku cemburu! Aku membanting setir mobilku dan melesat dengan kecepatan yang terbilang tinggi.

“Wookie~hyung” KyuHyun menggelayut manja di lengan Ryeowook sebelum Yesung muncul dan menghancurkan unyu moment itu(?) kalau sudah begini, ryeowook tau apa kemauan KyuHyun yang tidak bukan dan tidak lain adalah.. “wookie hyung, aku lapar, buatin ramen dong”

“sudah kuduga” ryeowook mendengus dan mengambil sebungkus ramen instan, “duduksana..aku tak bisa memasak kalau kau tetap menempel seperti itu, dan Yesung hyung, tenang aku tak akan selingkuh!” kikik Ryeowook.

Setelah menyantap habis ramen bikinan wookie, kyuhyun kembali ke ruang tv, bergabung dengan yang lain. “omonaa! Sohee, neomu yeppeo” seru heechul yang sedang menonton siaran KBS music bank sambil memperagakan tarian dalam lagu nobody, member yang lain hanya pasrah melihat kelakuan cinderella mereka.

“aku pulang!” teriak seseorang dari arah pintu sambil cengar cengir gak jelas

“hyung? Waeyo?” donghae menatap hyung nya dengan sangsi

Leeteuk menjawab, “ani, ani.. aku sangat senang hari ini!”  Leeteuk kembali cengar cengir

“apa yang terjadi dengan leader kita? Apakah dia stress menghadapi sikap kita semua lalu menjadi gila?” sungmin berkata dengan nada semellow mungkin

“ya! Sungmin, aku tidak gila” elak Leeteuk

‘lalu kenapa hyung? Apakah kau mempunyai koleksi video yadong terbaru?” tanya EunHyuk berbinar-binar

“YA! Hyukjae! Aku tidak yadong sepertimu!”

lalu setengah member SuJu berjalan mendekati Leeteuk untuk mengetahui lebih lanjut mengapa leader mereka cengar-cengir mulu…sedangkan kyuhyun tetap diam, termenung didepan tv

“chukkae hyung! Akhirnya gelar jomblo ngenes mu sirna!” ucap separuh member SuJu menyelamati leader kesayangan mereka

Chukkae? Memang ada apa? Batin kyuhyun dalam hati. Tetapi dia terlalu mengantuk untuk bertanya, kyuhyun segera berjalan menuju kamarnya, saat di ambang pintu,

“kau terlambat bodoh” desis DongHae sambil berlalu, kyuhyun yang mendengar desisan hyung nya hanya angkat bahu, otaknya terlalu lelah untuk memikirkan hal berat. Ia kemudian terlelap tanpa tahu pujaan hati nya sudah dimiliki namja lain.

jesang POV

Dering hp ku terdengar nyaring, aku mencari cari sumber suara lalu menekan tombol hijau pada benda itu.

“yoboseo?”

“yoboseo, jesangiee” terdengar suara kyuhyun oppa dari sebrangsana, tumben dia menelfonku, eh?

“ne? Ada apa, oppa?” aku mengatur nada bicaraku agar terdengar sebiasa mungkin

“bisa kita bertemu?” tanyanya langsung

“mm, memangnya kenapa oppa?”

“ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu” huhh? Sesuatu?

“hm, dimana?”

“handel gretel, 1 jam dari sekarang aku akan menjemputmu, jesang~ah, sampai jumpa”

KLIK telfon ditutup saat itu juga, ada apa dengannya? Oke Jesang, sekarang kau benar-benar tak boleh berharap. Kau harus melupakan KyuHyun oppa dan fokus pada namjachingumu. Aku berjalan ke kamarku dan memakai pakaian yang cocok. Tak lama setelah itu..

“jesang! Ada kyuhyun jemput” teriak taeyeon eonni dari bawah

“ne, eon” aku bergegas mengambil tas ku dan berjalan kebawah.

Saat sudah keluar rumah, aku mendapati kyuhyun berdiri di samping mobilnya. Omonaa! Dia, ganteng sekali. Aku merasakan jantungku berdebar-debar melihatnya. Dia..sempurna. Dia tersenyum kearahku dan membukakan pintu mobilnya untukku. Saat mobil sudah berjalan, aku memberanikan diri untuk bertanya

“oppa mau ngomong apa?”

dia menatap ku sejenak lalu kembali fokus ke jalanan di depannya, “nanti saja”

aku mengangkat sebelah alisku, sebegitu pentingkah sampai tidak boleh dibicarakan sekarang? YA! Aku jadi penasaran

“sebenarnya aku kemarin sudah ke rumah mu” kyuhyun mengaku, “tetapi aku melihat kau dan leeteuk hyung sedang berbicara..” ucapnya dengan….lirih?

“eh? Kenapa kau tidak datang saja?” tanyaku

“tidak, pembicaraan ini…aku hanya ingin kau yang mendengarnya, ini…pembicaraan khusus jesang~ya”

khusus? “oh c’mon oppa, sekarang kau benar-benar membuatku penasaran, memangnya ada apa?”

“sudah kubilang nanti saja”

HUH! Aku paling benci dibuat penasaran, kugembungkan pipiku, kebiasaanku kalau sedang kesal.

“Jesang”

“ne? Apalagi oppa!?” kataku setengah berteriak

“neomu yeppeo, sang~ya”

apa katanya? Apakah dia ingin membuat ku mati mendadak karena perkataan nya? Astaga, sekarang yang bisa kulakukan hanya memalingkan wajahku agar namja gila disampingku tidak melihat semburat merah di wajahku ini

Pintu cafe milik Yesung oppa bergemerincing saat kami melangkah memasuki tempat ini. Beberapa pasang mata langsung memperhatikan kami dan mulai berbisik-bisik. Kami memilih duduk di dekat jendela besar dengan view yang indah. Setelah waitress mencatat pesanan, kyuhyun oppa memasang mimik serius, sepertinya ia akan mulai bicara.

Tanpa basa basi lagi kyuhyun berkata.. “aku sudah putus dengan seo”

“MWO? k…kenapa?” aku setengah berteriak karena kaget, sadar dengan nada bicara ku yang terkesan terlalu kaget, aku kembali berkata

“maksudku, kenapa oppa? Kalian kan cocok”

“tidak, aku tidak mencintainya” mwo? Tidak mencintainya? Mm, jujur…bukannya jahat, tetapi aku tidak munafik, aku senang mendengar kabar mereka putus.

“ooh, lalu?” aku kembali bertanya, tidak mungkinkankalau kyuhyun oppa mengajakku kesini hanya untuk membicarakan hal ini?

“mm, aku..” perkataan kyuhyun terputus sebentar saat seorang waitress menghampiri kami dengan dua buah mocacino

“ne, oppa?”

“aku.. sebenarnya aku sudah ingat semuanya, jesang~ya”

uhuk, perkataan kyuhyun oppa membuatku tersedak.. “i..ingat?” seruku tertahan

“ne, Jesang. Aku sudah mengingat semuanya”

aku membelalakkan mataku lebar, “maksud oppa?”

“saat di villa mu tempo hari aku mendapatkan kembali ingatanku, kau tahukanaku pernah kecelakaan waktu itu? Aku menderita amnesia waktu itu. Dan sayangnya aku tidak beruntung, ingatan jangka panjangku hilang. Ingatanku yang paling berharga hilang, ingatanku tentang mu hilang, jesang” ucapnya lirih

aku hanya terdiam. Speechless? ya. Tentu saja aku speechless, bayangkan…dia mengingatku!

“tapi sekarang aku sudah mengingatmu kembali jesangie, apakah kalung kucing itu masih kau simpan?” kyuhyun bertanya padaku

dengan suara serak aku menjawab, “masih oppa”

“sekarang.. aku mau menepati janjiku jesang”

TIDAK! Jangan ucapkan itu oppa… kau,kau.. telambat

dengan senyum mantapnya ia berkata, “maukah kau menjadi yeojachinguku, jesang?”

Andwaee oppa! Andwae, jangan katakan itu padaku….

“mian oppa aku tidak bisa” sekarang air mataku sukses mendarat mulus dipipiku. Ini dilema terparah yang pernah aku hadapi. Aku mencintaimu oppa,tapi maaf.. aku sudah jadian dengan Leeteuk oppa.

Pandangan kyuhyun berubah menjadi sendu sekarang, “kenapa jesang? Kau sudah tidak mencintaiku lagi?”

“aku.. aku.. mencintaimu oppa” isakku

“terus?” KyuHyun mengangkat alis kanannya

“aku… aku sudah mempunyai namjachingu..” kata Jesang lirih, “kau terlambat sehari oppa”

Mendengar perkataan Jesang, hati KyuHyun mencelos, ia merasakan seperti baru saja ada yang menimpa hatinya. Perlahan, munculkabut kesedihan dimatanya. “siapa? Siapa dia Jesang?”

Jesang menyeka sudut mata nya sebentar, lalu dengan berat hati ia menjawab, “Leeteuk oppa”

Shock, KyuHyun membelalakkan matanya dan mulutnya membentuk ‘o’ kecil, Jesang menunduk, akan semakin sulit baginya untuk menghilangkan rasa bersalah dan menyesal jika melihat wajah sedih KyuHyun. Beberapa saat hening menyelimuti, hening yang canggung. Mereka berdua terlalu larut dalam kesedihan masing-masing.

“baiklah, aku duluan” KyuHyun akhirnya berdiri, “chukkae, baik-baik ya dengan leeteuk hyung” ucapnya datar tanpa melihat wajah Jesang sedikitpun. Kyuhyun pun sirna dari pandangan Jesang.

KyuHyun POV

aku keluar dari cafe begitu saja, hatiku terlalu hancur untuk melihat wajah yeoja itu. Sial! Kenapa harus Leeteuk hyung? Kenapa bukan namja lain saja? Sepanjang jalan aku terus mengumpat, sesekali menjambak rambutku. Yeah, frustasi. Baru kali ini aku merasakan patah hati yang sesakit ini.

“KyuHyun?” Leeteuk hyung mendongakkan kepalanya begitu aku mulai memasuki dorm, tanpa menoleh sedikitpun ke arah nya aku masuk ke kamarku dan mulai memasukkan beberapa potong baju ke dalam sebuah koper mini. Setelah semua siap, tanpa basa-basi lagi aku langsung berjalan keluar kamar, menuju pintu keluar.

“mau kemana Kyu?” tanya Leeteuk hyung kepadaku, wookie hyung dan kangin hyung menatapku heran. “bukan urusanmu” desisku.

“YA KYU! Kau kenapa, heh?” Leeteuk hyung berteriak kepadaku, huh apa urusan mu hyung, urusi saja Jesang mu itu. Tanpa menoleh ke belakang lagi aku menuju basement dan mulai mengemudikan lamborghini ku. Sepanjang perjalan aku terus memikirkan ucapan Jesang tadi, sial! Aku mengambil hp ku dan mulai mengetikkan sebuah nomer telefon, “Changmin, aku ke tempat mu hari ini” KLIK! Yea, belum sempat changmin menjawab aku sudah menekan tombol merah pada hp-ku.

Sesampainya di tempat tujuan, Changmin menatap ku heran, “oh man! Waeyo?” itulah pertanyaan pertama yang keluar dari mulutnya setelah melihatku dengan wajah yang dapat kupastikan sangat berantakan plus koper kecil ditanganku.

Aku mendengus, “aku mau menginap”

tanpa memperdulikan changmin yang masih melongo penasaran, aku mengehempaskan tubuhku dengan enaknya di salah satu sofa terdekat.

Setelah ditinggal begitu saja oleh KyuHyun tadi, Jesang tak langsung pulang. Ia tetap diam di tempat, termenung sambil menyesap cangkir ke-3 moccacino nya. Kenapa? Kenapa cinta datang pada saat yang salah? Aku mencintai kyuhyun, sangat mencintainya, tapi keadaan ini sangat tidak memungkinkan.. kenapa kemarin aku harus menerima Leeteuk oppa? Baru saja kemarin aku berfikir untuk move on, tapi hasil nya nol, nol besar. Kenapa KyuHyun baru bilang sekarang? Jesang sedang menghadapi konflik batin dengan dirinya sendiri sekarang. Tetap diam dan larut dalam pemikirannya.

“aku pulang!” seru ryeowook saat baru 1 langkah memasuki rumah. Hening, tak ada satupun yang menjawab. Setelah celingak-celinguk mencari tanda-tanda kehidupan di rumah nya, ia mendapati dongsaeng nya sedang menonton tv. “Ya Jesangie! Kemana taeyeon?” ryeowook menatap jesang bingung, setelah mengamatinya beberapa saat, ryeowook menghela nafasnya. Ia tahu dongsaeng nya itu memang ada disana, tapi jiwa nya benar-benar tidak ada dalam tubuhnya. Matanya memandang kosong ke arah tv, apa yang terjadi dengannya?

“Jesangie..”

Tidak ada jawaban, jesang tetap diam seakan sedang dalam dunia yang berbeda. Ia tidak menyadari keberadaan oppa nya sedikitpun. Ini gawat, pasti batin nya sangat tertekan..batin wookie.

“Gwaenchanayo Jesangie?” kali ini wookie mengelus pelan pipi jesang. Dingin, dan…sedikit basah, apakah iahabis menangis? Wookie kembali bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Lama setelah itu, akhirnya Jesang tersadar dari lamunannya, “gwaenchana oppa”

“bohong. Kalau kau ada masalah oppa dengan senang hati akan mendengarkannya Jesangie, kau tahu itu”

Jesang tetap mematung, “ini aneh. Sebenarnya apa yang terjadi? Tidak kau, tidak kyuhyun… sikap kalian tidak jauh berbeda”

mendengar ucapan oppa nya Jesang menangis lagi “ulljima, uljima, jebal… sebenarnya ada apa jesang? Ayo cerita” ucap wookie lembut. Merasa butuh teman curhat, jesang akhirnya menceritakan segala-galanya kepada wookie. Bagaimana pertemuannya dengan KyuHyun tadi. Ryeowook tahu betul apa yang dirasakan adiknya, dilema..dilema yang parah.

“aku sangat mencintai kyuhyun, oppa” isak jesang

“kalau begitu kau harus jujur pada leeteuk hyung, Jesangie. Itu cara satu-satu nya”

“ani! Aku tidak bisa oppa.. dia pasti akan membenciku”

“coba lah dulu, aku yakin Leeteuk hyung akan memaafkanmu, dia pasti akan merelakan kau dengan KyuHyun”

“entahlah oppa…”

“jebal jesang… jangan terlalu memikirkan hal ini, aku tak suka keadaan mu yang begini”

Jesang hanya diam, ia benar-benar tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

“Kyu! Dengarkan aku dulu!” KyuHyun menoleh sebentar lalu kembali memainkan pspnya. “dasar setan! Sudah numpang, tak menghiraukanku lagi” decak changmin kesal

“bentar, bentar, lagi seru” changmin menatap kyuhyun sebal dan duduk di sebelah kyuhyun. Huh, hanya permainan tembak-tembakan bodoh.

“yes menang! Ige mwoya, changmin~ah?” kata kyuhyun pada akhirnya sambil mematikan benda kesayangannya setelah selang beberapa menit.

Changmin baru saja mau bersuara, hp nya meniriakkan sebuah nada dering. “tunggu sebentar” lalu kyuhyun mengangguk tanda mengerti.

“yoboseo?”

“leeteuk hyung?”

mendengar nama ‘Leeteuk’ Kyuhyun cepat-cepat membisikkan sesuatu pada sahabatnya, jangan bilang aku disini! Begitulah kira-kira. Changmin mengangguk.

“molla, hyung. Dia tidak ke tempatku, oke cheonma”

HUFF~ kyuhyun dan changmin sama sama menghela nafas setelah changmin memutuskan sambungan telfonnya, “kau seperti anak yang kabur dari rumah bodoh”

kyuhyun mendengus mendengar ejekan dari changmin, “sekarang kau wajib menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, aku sudah cukup bersabar untuk tidak menanyai mu tadi siang, sekarang kau harus menceritakannya, setan!”

“huh, ne, ne. aku baru saja di tolak”

“hmphhh…” Changmin tergelak mendengar jawaban kyuhyun, menurutnya itu alasan terpabo yang pernah ada. Masa ditolak saja sampai segininya?

“heh! Jangan tertawa. Ini beda changmin~ah” changmin mendadak menghentikan tawanya, menunggu jawaban kyuhyun selanjutnya

“cinta pertamaku sudah menjadi yeojachingu nya Leeteuk hyung dan aku hanya terlambat sehari” ucap kyuhyun berat, seberat hembusan angin yang bersemilir malam ini.

“yang tabah, man” Changmin meninju lengan KyuHyun ringan, tak biasanya kyuhyun begini, pasti ini sangat mengacaukan suasana hatinya..

Ryeowook menatap miris ke arah tempat tidur dongsaeng nya, disana Jesang sedang terbaring lemah. Lalu ia mengedarkan pandangannya, ia meringis saat mengetahui kamar Jesang sudah menjelma menjadi sebuah kapal pecah, tisu berserakan dimana-mana, benda-benda tergeletak begitu saja di lantai. Mata jesang yang sedang terpejam sangat sembab, ditambah dengan hidungnya yang sekarang sudah sewarna dengan tomat, mendukung kemungkinan bahwa Jesang habis menangis semalaman. Tanpa ba-bi-bu lagi Ryeowook membereskan kamar Jesang yang tak kalah besar dengannya, mulai dari menyapu, mengelap dan mengepel hingga kamar Jesang sudah kembali seperti semula. Ryeowook membenarkan posisi tidur adiknya lalu menutupi nya dengan selimut yang ia yakini bisa membuat tubuh Jesang tidak kedinginan. Ryeowook menyalakan music player dan mengambil semangkuk cream soup yang telah ia siapkan dan lengkap dengan teh herbal.

“jesangiee bangun, sudah pagi.. matahari sudah kangen padamu Jesang” ucap Ryeowook lembut sambil menguncang pelan tubuh adiknya. Perlahan lahan kedua mata sembab Jesang terbuka.

“aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, dimakan ya”

Jesang tetap diam. Wookie lagi-lagi meringis melihat adiknya, beginilah jesang kalau sedang sedih. Lama kelamaan ia akan menjadi mayat hidup, dan jelas-jelas wookie tidak tega melihat adiknya yang begini.

“mianhae, oppa harus kerja hari ini. Tapi oppa janji akan pulang lebih awal” lanjutnya

Jesang hanya mengangguk, masih dengan tatapan kosongnya. Ryeowook merasa sedih, ia sangat ingin menemani adiknya, tapi yah apa boleh buat, pekerjaan menuntut nya. “saranghae, Jesangie” Ryeowook mengecup puncak kepala Jesang pelan lalu bersiap-siap menuju dorm Super Junior.

RING DING DONG RING DING DONG

Bunyi bel rumah membuat Jesang terhenyak, ia buru-buru bercermin untuk memastikan mata sembab nya telah tertutupi oleh bedak lalu menuruni tangga. Setelah membuka pintu, Jesang terperangah mendapati namjachingu nya sedang berdiri di depannya dengan sebuket white rose dan senyum manis terukir di wajah namja itu.

“oppa?”

tanpa mengetahui suasana hati Jesang yang sangat kacau, Leeteuk mencium pelan pipi Jesang, “chagiya.. ini untukmu” ucapnya sambil menyerahkan sebuket bunga.

Melihat kelakuan namjachingunya, Jesang hanya bisa meringis. Baik sekali, ia semakin tidak tega untuk berkata jujur. Ia memaksakan sebuah senyum dan berkata, “gomawoyo, oppa”

“cheonma chagiya…” jawab Leetuk masih dengan senyum yang mengembang, “mian tadi ga bilang dulu kalau mau ke rumah”

“ga apa apa kok, oppa”

Hening.

“kau cuma sendirian Jesangie? Kemana oppa dan eonni mu?”

“ne, eonni sedang keThailanddan Ryeowook oppa sedang pemotretan untuk SPAO. Hm, memang oppa tidak ikut pemotretan itu?”

Leeteuk menggeleng, “ani, jadwalku sudah kemarin.. sekarang giliran para dongsaengku”

“ooooh”

“kamu ga kerja?”

kali ini Jesang yang menggeleng, “malas, lagipula ada asisten ku disana”

“Yeeee! Dasar pemalas” Leeteuk mengacak rambut Jesang gemas.

“jesang udah makan siang?”

“belum oppa. Aku lagi ga nafsu makan” jawab Jesang jujur

“wae? Padahal aku mau mengajak mu makan” Leeteuk mengerucutkan bibirnya

“mian oppa…” Jesang meraa bersalah

“oke oke, gimana kalau kita makan eskrim aja?”

Jesang ragu sejenak, tapi lagi-lagi rasa bersalah dan tidak enak menghampirinya, maka ia meng-iyakan ajakan namjachingunya tersebut.

“jesang? Kamu darimana aja?” wookie langsung lari ke depan begitu Jesang masuk

“tadi jalan jalan sama Leeteuk oppa” Jesang menunduk lesu

“syukurlah… kau sudah baikan?”

“belum oppa”

“terus tadi kenapa malah jalan2? Oppa khawatir tau!”

Jesang menghela nafas, “Leeteuk oppa mengajakku makan, aku tidak enak padanya, oppa”

“kalau kau tidak mau, sebaiknya kau jujur saja, jesangie, memendam perasaan seperti itu akan menyiksamu”

“aku sudah merasa tersiksa, oppa” Jesang tersenyum kecut lalu berjalan lunglai ke kamarnya.

Melihat reaksi Jesang, Wookie buru-buru mengejar jesang, “mianhe Jesang~ya, aku tidak bermaksud…”

“sudahlah oppa… aku tidak apa-apa, aku baik baik saja”

wookie memeluk adiknya, “mianhae…”

“Gwaencahana oppa, gwaenchana…”

Jesang lalu melepas pelukan oppa nya, “oppa pergi saja.. aku tahu sekarang oppa ada jadwal latihan, aku tidak akan kenapa napa, jangan mencemaskanku!”

“mian aku harus kerja… kalau gitu oppa pergi dulu ya”

“ne, oppa. Ppyeong! Hati-hati dijalan”

Wookie lalu tersenyum dan segera menuju gedung SMEnt.

Jesang mengehela nafas setelah wookie melesat pergi, sekarang ia bisa menangis sepuas-puasnya tanpa diketahui oleh kakaknya itu. Ya, jesang merasa sangat tidak enak hati kepada wookie, dia yang galau kenapa wookie oppa harus ikut merasa terbebani? Jesang melangkah lunglai menuju kamarnya dilantai atas. Baru saja ia menghempaskan tubuhnya di sebuah kasur empuk, hp nya berbunyi, dengan malas ia menggapai benda tersebut dan menekan tombol hijau.

“yoboseo?”

“yoboseo, Jesang~ssi. Ini saya, manager Nim”

mata Jesang melebar, manager Nim? Apa maksudnya ini?

“ne?”

“bisakah pemotretan untuk summer collection mu dipercepat? Anak-anakku sibuk akhir bulan ini”

Oh, aha! Sekarang Jesang mengerti, pemotretan itu belum selesai, dan manager Nim meminta pemajuan jadwal pemotretan sesi ke-2.

“Bisa saja”

“kalau begitu besok ya, Jesang~ssi”

“Besok?”

“ne. anda tidak keberatankan?”

Erh, sebenarnya Jesang sangat keberatan. Tapi apa boleh buat…

“ani, kalau begitu besok jam 11 kita sudah bisa memulai take photo”

“oke”

KLIK! Sambungan telefon itu terputus. Sekarang Jesang benar-benar galau. Anak anak yang dimaksud manager Nim itu adalah Super Junior, bertemu Super Junior itu berarti dia akan bertemu dengan Leeteuk dan KyuHyun sekaligus. Mengapa jadi serumit begini ya Tuhan?

Ini masih jam 9 pagi dan si eternal magnae dari sebuah boyband terkenal sudah menerima telfon, dengan malas ia mengangkatnya

“yoboseo?”

“yoboseo! Wookie~oppa. Gimana keadaan Jesangie? Dia masih nangis?” tanya seorang yeoja dari seberangsana

“Taeyeon? Jesang udah lumayan, tapi tetep aja gitu. Kamu tau kan kalau Jesang lagi depresi gimana?” ryeowook menghela nafas sejenak, “cepatlah pulang taeng, aku takut keadaannya memburuk”

“tadi malem dia gimana? Dia ga nangis lagi,kan? Iya oppa, kalau aku bisa pulang aku pasti pulang sekarang. Tapi jadwal SNSD stay disini masih lama”

ryeowook menghela nafas, “mollayo, tae. Aku pulang larut tadi malam jadi langsung tidur, capek”

“ye oppa gimana sih! Yaudah, jaga Jesang baik-baik, suruh dia jalan-jalan atau ajak nonton film kek, pokoknya biar dia ga terlalu sedih gitu”

“itu pasti”

“schedule mu hari ini apa oppa?”

“pemotretan untuk summer collection butik nya Jesang, huffft pasti dia akan bertemu leeteuk hyung nanti”

“kau sudah biacara dengan leeteuk oppa?” tanya taeyeon

“belum” jeda sejenak, lalu ryeowook melanjutkan, “saatnya belum tepat, kyuhyun menghilang sejak kemarin”

“mwo? Waeee?”

“entahalah, mungkin kyuhyun menghindari leeteuk hyung?”

“masalah ini rumit sekali” taeyeon menghela nafas, “kalau begut sudah dulu ya oppa, aku harus siap-siap, ppyeong”

“ppyeong”

KyuHyun menatap layar iPhone nya,

From: Wookie

Kita pemotretan untuk summer collection nya Jesang hari ini, Kyu. Kau datang,kan?

Mian, hyung. Aku tidak bisa, aku malas melihat Leeteuk hyung, mian.

Jesang POV

Perfect. Semua sudah bisa kuatasi. Yah! Hari ini aku akan memasang fake smile dan berpura-pura ceria didepan oppadeul superjunior, termasuk leeteuk oppa dan kyuhyun oppa. Aku akan bersikap sebiasa mungkin, seolah tidak ada apa apa. Aku bertekad untuk tersenyum hari ini.

“Oppa! Sudah siap? Aku numpang di mobil oppa ya, lagi males nyetir nih” kataku dengan nada seceria mungkin sambil menepuk bahu oppa ku yang sedang memanaskan mobilnya.

“Ok, ayo kita berangkat” jawabnya, wookie oppa tersenyum kepadaku.

Setelah beberapa menit di dalam mobil, kami sampai di Achasan park.

“selamat siang, jesang~ssi” tegur manager Nim sambil membungkuk

“selamat siang” balasku

“apakah anda baik-baik saja? Anda terlihat pucat” oppadeul SuJu menoleh ketika manager Nim mengucapkan itu. Eh? Dimana kyuhyun oppa? Mereka hanya ber-12! Ah,ngapain dipikirin sih.

“eh? Ani, aku baik baik saja kok” jawabku meyakinkan.

“hmm, kalau begitu kita mulai sekarang saja pemotretannya, Nim~ssi. Tapi mian aku tidak bisa ikut menemani, ada asisten ku kok disana, aku tunggu disini saja, ya?” aku membungkuk, tersenyum kepada oppadeul SuJu, saat aku sudah mau menyeret kakiku dari sini Leeteuk oppa memanggilku, “gwaenchanayo?”

“sudah kubilang aku tak apa apa, oppa”

“baguslah, kalau begitu aku ke sana dulu, ya. Bye chagiya” lalu leeteuk oppa mengacak rambutku gemas, aku hanya bisa tersenyum. Yah, apalagi yang bisa kulakukan?

Setelah mereka semua benar-benar pergi, aku mencari tempat duduk dan menghempaskan tubuhku, tak tahu kenapa, aku sangat lelah.

Jesang POV end

“huah lelahnya, matahari sangat terik siang ini” keluh eunhyuk

“ne! Kulit mulusku bisa gosong nanti, padahal kan aku sudah luluran” ucap Heechul

“YA! Kalian ini mengeluh terus, kalian harusnya bersyukur pada Tuhan yang sudah menciptakan matahari” Siwon memulai ceramahnya

“ya, stop Siwonnie! Aku terlalu lelah untuk mendengar omelan mu” gerutu DongHae

“hey, wookie~ah, itu adikmu” tunjuk Sungmin pada salah seorang yeoja yang sedang terlelap di sebuah bangku

“ya, aku kesana dulu ya” wookie pun menghampiri Jesang.

Wookie menatap wajah dongsaengnya, damai dan polos. Tapi sayangnya, wajah ini begitu pucat. “jesangie, makan dulu” wookie mengguncang pelan pundak adiknya

“o..oppa?”

“ne Jesang, nih oppa buatin makan siang” wookie menyodorkan sebuah kotak bekal, “mau disuapin?”

“haha, akubukan bayi oppa. Oppa masa-” kata-kata Jesang terputus melihat wookie yang sedang terbelalak didepannya, “wa…waeyo, oppa?”

Lalu jesang mengikuti arah mata oppa nya, ia menunduk melihat bawah hidungnya. HAH? Dia meraba bagian atas mulutnya, darah?

“kau mimisan, Jesang!”

Seketika itu juga dunia Jesang menjadi gelap, ia tak tahu apa yang akan terjadi berikutnya.

ryeowook sedari tadi hanya bolak-balik didepan kamar pasien Vip nomor 11, tidak banyak yang bisa dilakukan nya, hanya bisa menunggu. Terlihat jelas bahwa ia sedang khawatir, sedangkan member Super Junior yang lainnya -minus Kyu- hanya bisa menunduk harap2 cemas, Siwon tak henti-henti nya komat-kamit sambil memegang al-kitab-nya.

Ryeowook mengeluarkan handphone nya, berniat untuk menelfon seseorang.

“taeyeon, jesang mimisan” ucapnya pasrah saat telfon diangkat.

“mwo? Terus? Bagaimana keadaan nya sekarang?”

“molla” jawab Ryeowook pelan sambil menggigit bibir bawahnya

“errh, kalau begitu aku akan pulang sekarang”

“mwo? Tidak usah taeng, biar aku saja yang menjaganya, kau kerja saja”

“tidak, oppa. Aku akan pulang ke Seoul sekarang juga pake, ciao!”

Ryeowook menghela nafasnya setelah memutus sambungan telfon tersebut. Tak lama setelah itu, seorang dokter muncul dari balik pintu, Ryeowook dan Leeteuk segera menghampiri namja berbaju serba putih itu dan bertanya bagaimana keadaan Jesang.

“Kondisinya lemah, sudah berapa lama ia tak makan? Tapi selain itu, kondisi nya baik” Leeteuk pun menarik nafas lega, lalu si dokter menatap Ryeowook, “seperti nya adik anda harus di bawa ke psikiater” mendengar perkataan sang dokter Leeteuk membelalakkan matanya, tak jauh beda dengan reaksi Ryeowook, “MWO? Adik saya tidak gila, dok!” Wookie agak berteriak, ia tidak tega adiknya dibilang begitu, memangnya Jesang kenapa, huh?

“Maaf tuan, tapi bukan orang yang kelainan jiwa saja yang ke psikiater, adikmu mengalami depresi berat, nampaknya ia tidak makan selama 3 hari”

Wookie kembali membelalakkan mata nya lebar, 3hari tidak makan? Separah itukah?

Leeteuk menatap wookie heran, “Jesang depresi, kenapa?”

“hm, nanti saja di dorm hyung. Sekaian bicara sama KyuHyun”

“Kyu? Memangnya ada hubungan apa dengannya?” kali ini Leeteuk benar-benar penasaran.

“nanti saja di sorm, hyung” jawab Ryewook tegas, akhirnya ia pun berlalu. Sedangkan leeteuk masih menatap punggung Ryeowook yang bergerak menjauhinya, ia tak pernah seserius ini, pikirnya.

“                                                        ❤

Ryeowook menatap nanar ke arah tempat tidur, sebenarnya ia sangat tak menyukai bau khas Rumah Sakit yang menusuk, tetapi demi dongsaengnya yang sedang terbaring lemah di hadapannya, ia rela melakukan apapun. Ia mendekatkan tubuhnya kepada Jesang, “bangun Jesang, aku dan Taeyeon sangat khawatir” bisiknya lirih. Masih tidak ada jawaban, Ryeowook pun memilih untuk tidur sejenak, pemotretan tadi rupanya membuatnya lelah.

Jesang POV

Aku membuka mataku, dimana ini? Bau khas yang pekat ini menyengat hidungku. Oh ya, aku tahu, aku di rumah sakit. Aku mengedarkan pandanganku, hm wookie oppa sedang tidur dengan nyenyaknya di atas tanganku. “mian oppa, aku tak pernah bermaksud untuk merepotkanmu” ucapku lirih pada oppa ku yang masih terlelap,”Mianhae oppa, jeongmal mianhae…” lanjutku, “aku beruntung mempunyai kakak seperti wookie oppa dan Taeyeon eonni” ucapku sambil tersenyum, walau yakin 100% wookie oppa tak akan melihat senyumku.

“aku juga beruntung mempunyai dongsaeng seperti mu” wookie oppa tiba-tiba mendongakkan kepalanya dan tersenyum.

“eh mian oppa, aku tidak bermaksud membangunkanmu”

“ani, aku sudah bangun daritadi, kok.. aku juga menyayangimu Jesang~ya, kau adalah dongsaeng yang paling baik yang pernah ada, kau sama sekali tak merepotkanku” ucapnya tulus. Aku tersenyum mendengarnya.

“mm, oppa.. aku pingsan berapa jam?”

“7 jam…”

“mwo? Lalu oppadeul yang lain kemana?”

“mereka sudah pulang daritadi, mereka titip salam buatmu. Ayuk, kita juga pulang, taeyeon sudah menunggu kita dirumah” wookie oppa lalu membantuku turun dari kasur, “mau digendong?” tawarnya

“ah, ani oppa! Aku sudah besar” jawabku sambil mehrong. Setelah wookie oppa menyelesaikan administrasi dan sebagainya, kami memasuki mobil untuk pulang~

Jesang POV end

Taeyeon berjalan mondar-mandir di depan pintu, rasa lelahnya karena perjalan dari Taiwan ke Seoul tidak dihiraukannya, ia tetap setia menunggu dongsaeng satu-satu nya itu, ia sangat sangat mengkhawatirkan Jesang. Saat melihat sebuah mobil terparkir dengan manis didepan rumah nya yang megah itu, ia langsung berlari menghampiri kedua saudara kandungnya, dan memeluk Jesang.

“aku mengkhawatirkan mu, pabo” isak Taeyeon

“mianhae eonni, aku tak bermaksud begitu…” ucap jesang lirih

“pabo, pabo, pabo! Jaga kesehatanmu” masih dengan keadaan memeluk, Taeyeon memukul pelan punggung dongsaengnya itu. Jesang melepaskan pelukan eonni nya dan menatapnya, “aku tidak apa-apa, eonni. Percayalah”

“bagaimana aku mau percaya, pabooooo” jawab Taeyeon sambil mencubit kedua pipi imut adiknya

Ryeowook hanya tersenyum menyaksikan adegan didepannya, lalu ia teringat sesuatu. “taeyeon, sebaiknya kau dan Jesang masuk dulu, aku masih ada urusan” ucapnya

taeyeon mengangguk mengerti dan merangkul Jesang untuk mengajak nya masukke dalam rumah, sedangkan wookie mulai mengemudikan mobilnya ke suatu tempat, ya, dorm Super Junior.

-TBC-

Lalu apa yang akan di lakukan Wookie? Bagaimana respon Leeteuk dan KyuHyun terhdapanya? Yah, kita tunggu saja chingudeul sekalian. Author mau kencan dulu sama kyuhyun, daaaaaah~ #dikejarsparkyu.

19 comments on “On My Mind (part 5)

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: